Rabu, 27 Agustus 2014

Asli Tapi Palsuuuuu

Pilih Kabel Belden Original.......

  1. Yang asli kotaknya punya 2 hologram
  2. Buatan USA, bukan Australia atau cina
  3. Hambatan kawat 1 meter , hanya 0,1 ohm bukan 1 (Belden Australia) atau 1,5 ( Bluelink)
  4. Warna yang asli agak putih kalau yang palsu agak coklat, atau ada yang biru (buatan cina)
  5. Kotak yang asli berwarna putih, kalau yang palsu berwarna coklat.
  6. Kalau kita kikis maka warna kawat warna tembaga, bukan perak. Kalau sudah dikikis di dekatkan ke magnet tidak lengket, kalau lengket berarti palsu alias besi.
  7. Di kabel ada tulisan data Twist bukan datawist.
atau lebih jelasnya sbb:
Yang pertama tentunya seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya, yaitu resistansi kabel. Kabel Belden asli 
resistansinya sangat kecil. Tapi kalau untuk mengukur resistansi tidak memungkinkan, kita bisa gunakan ciri-ciri 
berikutnya.
Ciri kedua, dilihat dari bentuk fisik kulit luar kabel. Kabel belden Original memiliki bentuk yang padat pada bungkus 
luarnya. Jadi seolah-olah kulit luarnya ngepres, tidak longgar seperti kabel yang palsu. Bahannya pun terbuat dari 
bahan yang elastis dan tidak mudah sobek meskipun biasanya lebih tipis.
Ciri ketiga, kabel Belden original memiliki core dengan bahan yang berwarna tembaga seperti coklat muda kemerahan, 
bukan cokalat tua. Diameter masing-masing corenya pun agak besar. Sementara plastik pembungkus masing-masing core 
berwarna jelas terutama yang berwarna putih berstrip.
Ciri keempat, hanya ada satu produk kabel Belden original yaitu buatan Amerika. Kalau ada yang bilang ada produk dari 
Australia dan dikatakan alsi maka itu sebenarnya palsu, meskipun kondisinya lebih bagus dari kabel palsu yang lainnya.
Ciri kelima, jika kita sempat melihat box kabel Belden tersebut maka seharusnya kita menemukan stiker hologram disitu.
Ciri keenam, ini adalah yang paling penting yaitu marking pada kulit luar kabel. Marking yang tertera pada kabel 
belden Asli tercetak rapi dan tereja dengan benar. Kabel palsu biasanya memiliki marking yang kabur dan ejaannya 
ngaco. Sebagai contoh, untuk tipe “DATA TWIST” pernah saya jumpai menjadi “DATA WIST” atau “VERIFIED” menjadi 
“VREFIED” dan sebagainya. Masak sih pabrik sekelas Belden salah tulis

Info Rujukan Kamera CCTV


silakan baca ....klo bingung baca uraian dibawahnya.......ok
Dome Camera, 1/3” Sony Color CCD, 420 TVL, 0.1 Lux, Auto White Balance Mode.
Bullet Camera, 1/3" Sony CCD Super HAD 2, 540 TVL, 0.1 Lux, 0 Lux with built in IR-LED, Auto White Balance Mode
Dome Camera, 1/3" Sony CCD Super HAD 2, 600 TVL, 0 Lux with built in IR-LED, Auto White Balance Mode
Indoor Dome Camera, 1/3" Sony Super CCD Sensor, 700 TVL, 0.03 Lux, 0 Lux with built in IR-LED, Auto White Balance Mode
Dome Camera, 1/3" Sony CCD Sensor, 600TVL, 0.00001 Lux, Auto White Balance Mode
 
Dome=kamera CCTV tempel
Bullet=Kamera CCTV
 
1. Pilih Jenis dan Kualitas Chip Pencitraan dalam kamera
 
Kamera keamanan CCTV menghasilkan gambar dengan menggunakan CMOS atau CCD (Charge Couple Device) chip. Harga kamera CCTV yang murah biasanya menggunakan teknologi CMOS, menghasilkan video berkualitas buruk dan memiliki kepekaan cahaya yang sangat kurang. Kualitas kamera CCTV yang layak dan lebih baik menggunakan teknologi CCD. Ukuran chip CCD biasanya 1/4 “, 1/3″ atau 1/2 “. Sebagai aturan praktis, ukuran yang lebih besar, semakin tinggi kualitas gambar yang dihasilkan dan semakin mahal harganya.


2. Memahami tingkat cahaya
Salah satu spesifikasi yang paling penting. Tingkat cahaya diukur dalam Lux. Semakin rendah angkanya, semakin sedikit cahaya yang dibutuhkan untuk mereproduksi gambar yang jelas.


3. Memahami Resolusi
Semakin tinggi resolusi nomor, semakin tajam gambar yang dihasilkan. Kamera tingkat rendah biasanya memiliki tingkat resolusi 330 baris sedangkan kamera resolusi tinggi memproduksi lebih dari 400 baris.




KABEL CCTV yang mana yahhhhhhhhhh?

Pilih RG-59 ataw RG-6 ataw RG-11 For CCTV? 


do you know.....coaxial merupakan jenis kabel yang tepat untuk mentransmisikan range frekuensi sinyal video cctv. Mengetahui parameter kabel coaxial akan sangat membantu dalam memilih kabel coaxial yang akan digunakan, karena kabel coaxial dibuat tidak hanya untuk aplikasi sistem cctv. Pernah kabel ini digunakan untuk media transmisi pada jaringan komputer. Selain sistem cctv, kabel coaxial juga digunakan pada sistem CATV (TV kabel). Dan tentunya antara satu sistem dengan lainnya berbeda karakterisitk dan memerlukan karakterisitik kabel yang berbeda juga.




Konduktor Inti
Sinyal video cctv terdiri atas komponen frekuensi rendah (informasi pulsa vertikal dan horizontal) dan komponen frekuensi tinggi (informasi video). Konduktor inti dari bahan tembaga sangat tepat digunakan pada sinyal video cctv yang notabene lebih rendah komponen frekuensi rendahnya dibanding sinyal video CATV dikarenakan tahanan DC yang rendah.
Selain konduktor inti berbahan tembaga murni, kabel coaxial tersedia juga yang terbuat dari inti besi yang dilapisi tembaga. Kabel coax dengan jenis ini sangat cocok untuk sistem CATV. Kabel coax berinti besi dengan lapisan tembaga cocok untuk CATV karena memiliki resistansi DC yang lebih tinggi dibanding tembaga. Resistansi DC yang tinggi akan melemahkan frekuensi rendah pada sinyal video CCTV. Harga kabel coax jenis ini lebih mahal dan tidak cocok digunakan untuk cctv.



Insulator (Dialektrik)
Insulator (dialektrik) yang baik untuk sinyal video cctv biasanya berbahan polyethylene atau FEP karena mempunyai nilai kapasitansi yang rendah. Kabel dengan nilai kapasitansi yang rendah akan mempunyai low-los sinyal yang tinggi. Selain FEP bahan dialektrik yang baik adalah foam. Dialektrik ini mempunyai karakterisitk lebih baik dibanding FEP. Kekurangannya adalah foam lebih mudah menyerap kelembaban jika digunakan pada ruang terbuka saat jaket kabel rusak/terkelupas.



Pelindung Dalam dan Luar (Metal Shield dan Jaket Kabel)
Pada kabel coax ada 2 tipe pelindung. Pelindung terdalam dinamakan dengan metal shield atau braided shield dan pelindung luar disebut juga dengan jaket kabel. Pelindung dalama terbuat dari logam tembaga yang dianyam. Pelindung ini mempunyai dua fungsi yaitu:
Sebagai ground path tahanan DC yang rendah. Semua noise akan dishort (digroundkan)kan di jalur ini.
Sebagai pelindung dari interferensi yang ditimbulkan oleh lingkungan sekitar seperti noise yang dihasilkan dari lampu, mesin fotokopi, dan device lainnya.
Berdasarkan fungsi di atas maka dapat disimpulkan, semakin rapat anyaman pada metal/braided shield maka akan semakin baik dalam menangkal interferensi dari luar. dan biasanya mempunyai cakupan/anyaman sebesar 95%. Parameter kerapatan shield braided ini sering juga dicantumkan oleh para installer untuk membedakan harga dengan kabel yang lebih murah harganya.
Kabel dengan kombinasi metal shield yang terbuat dari anyaman alumunium (biasanya anyamannya tidak rapat sekitar 45-64%) dan alumunium foil biasanya digunakan untuk CATV dan tidak cocok untuk cctv, karena mempunyai resistansi DC yang lebih tinggi.
Pemilihan kabel coaxial berdasarkan jaket kabel tergantung pada lokasi pemasangan. Apakah indoor atau outdoor. Fungsi utama dari pelindung luar ini lebih kepada proteksi fisik. Untuk pemasangan indoor jaket kabel berbahan PVC sudah cukup baik, sedangkan untuk pemasangan outdoor bisa digunakan kabel coax dengan jakel kabel berbahan polyethylene dan biasanya harus mempunyai rating tahan terhadap sinar UV (Ultra Violet).



RG 59, RG 6, atau RG 11
Kabel coaxial banyak macamnya dan diklasifikasikan sebagai kabel RG. RG merupakan singkatan dari Radio Guide. Penomoran pada klasifikasi RG menunjukan urutan pendaftaran tipe kabel bukan merujuk pada jenis ataupun ukuran kabel secara langsung. Tipe RG yang digunakan untuk CCTV adalah RG 59, RG 6, dan RG 11, dimana ke-3 kabel RG tersebut mempunyai impedansi sebesar 75 ohm. RG 59 merupakan kabel coaxial yang paling ideal digunakan karena selain spesifikasinya yang tepat untuk sistem CCTV juga mudah dalam pengerjaan (tarik kabel dan pemasangan konektor BNC) karena ukuran kabel yang relatif kecil dan fleksibel. RG 11 adalah kabel yang paling besar ukurannya dan relatif sulit dalam pengerjaan. Ukuran kabel RG 6 lebih besar dari RG 59 dan lebih kecil dari RG 11.
Kabel RG 59 memiliki atenuasi (pelemahan sinyal) yang paling tinggi, sehingga berpengaruh terhadap jarak maksimal. Atenuasi yang paling rendah dimiliki oleh kabel RG 11 sehingga memiliki jarak maximum yang labih panjang. Berikut tabel jarak dari masing-masing tipe.
Tipe Kabel RG
Jarak Maximum
Diameter
RG-59
230 meter s/d 300 meter
6.35 mm
RG-6
300 meter s/d 450 meter
7 mm
RG-11
450 meter s/d 600 meter
10 mm
Tabel jarak di atas merupakan estimasi. Bisa saja antara merk satu dengan lainnya berbeda, tergantung dari kualitas dan lingkungan penarikan kabel.




Coax RG-59, RG-6, atau RG-11 Untuk CCTV?

Seperti kita ketahui kabel coaxial merupakan jenis kabel yang tepat untuk mentransmisikan range frekuensi sinyal video cctv. Mengetahui parameter kabel coaxial akan sangat membantu dalam memilih kabel coaxial yang akan digunakan, karena kabel coaxial dibuat tidak hanya untuk aplikasi sistem cctv. Pernah kabel ini digunakan untuk media transmisi pada jaringan komputer. Selain sistem cctv, kabel coaxial juga digunakan pada sistem CATV (TV kabel). Dan tentunya antara satu sistem dengan lainnya berbeda karakterisitk dan memerlukan karakterisitik kabel yang berbeda juga.
Kata coaxial merujuk pada struktur kabel itu sendiri dimana inti konduktor yang terletak ditengah-tengah dibungkus oleh beberapa pelindung yang berfungsi untuk melindungi dari gangguan fisik dan interferensi (lihat gambar berikut).
coaxial
Berdasarkan gambar di atas akan saya paparkan bagian-bagian dari kabel coaxial tersebut yang saya rangkum dari berbagai sumber.

Konduktor Inti
Sinyal video cctv terdiri atas komponen frekuensi rendah (informasi pulsa vertikal dan horizontal) dan komponen frekuensi tinggi (informasi video). Konduktor inti dari bahan tembaga sangat tepat digunakan pada sinyal video cctv yang notabene lebih rendah komponen frekuensi rendahnya dibanding sinyal video CATV dikarenakan tahanan DC yang rendah.
Selain konduktor inti berbahan tembaga murni, kabel coaxial tersedia juga yang terbuat dari inti besi yang dilapisi tembaga. Kabel coax dengan jenis ini sangat cocok untuk sistem CATV. Kabel coax berinti besi dengan lapisan tembaga cocok untuk CATV karena memiliki resistansi DC yang lebih tinggi dibanding tembaga. Resistansi DC yang tinggi akan melemahkan frekuensi rendah pada sinyal video CCTV. Harga kabel coax jenis ini lebih mahal dan tidak cocok digunakan untuk cctv.

Insulator (Dialektrik)
Insulator (dialektrik) yang baik untuk sinyal video cctv biasanya berbahan polyethylene atau FEP karena mempunyai nilai kapasitansi yang rendah. Kabel dengan nilai kapasitansi yang rendah akan mempunyai low-los sinyal yang tinggi. Selain FEP bahan dialektrik yang baik adalah foam. Dialektrik ini mempunyai karakterisitk lebih baik dibanding FEP. Kekurangannya adalah foam lebih mudah menyerap kelembaban jika digunakan pada ruang terbuka saat jaket kabel rusak/terkelupas.

Pelindung Dalam dan Luar (Metal Shield dan Jaket Kabel)
Pada kabel coax ada 2 tipe pelindung. Pelindung terdalam dinamakan dengan metal shield atau braided shield dan pelindung luar disebut juga dengan jaket kabel. Pelindung dalama terbuat dari logam tembaga yang dianyam. Pelindung ini mempunyai dua fungsi yaitu:
Sebagai ground path tahanan DC yang rendah. Semua noise akan dishort (digroundkan)kan di jalur ini.
Sebagai pelindung dari interferensi yang ditimbulkan oleh lingkungan sekitar seperti noise yang dihasilkan dari lampu, mesin fotokopi, dan device lainnya.
Berdasarkan fungsi di atas maka dapat disimpulkan, semakin rapat anyaman pada metal/braided shield maka akan semakin baik dalam menangkal interferensi dari luar. dan biasanya mempunyai cakupan/anyaman sebesar 95%. Parameter kerapatan shield braided ini sering juga dicantumkan oleh para installer untuk membedakan harga dengan kabel yang lebih murah harganya.
Kabel dengan kombinasi metal shield yang terbuat dari anyaman alumunium (biasanya anyamannya tidak rapat sekitar 45-64%) dan alumunium foil biasanya digunakan untuk CATV dan tidak cocok untuk cctv, karena mempunyai resistansi DC yang lebih tinggi.
Pemilihan kabel coaxial berdasarkan jaket kabel tergantung pada lokasi pemasangan. Apakah indoor atau outdoor. Fungsi utama dari pelindung luar ini lebih kepada proteksi fisik. Untuk pemasangan indoor jaket kabel berbahan PVC sudah cukup baik, sedangkan untuk pemasangan outdoor bisa digunakan kabel coax dengan jakel kabel berbahan polyethylene dan biasanya harus mempunyai rating tahan terhadap sinar UV (Ultra Violet).

RG 59, RG 6, atau RG 11
Kabel coaxial banyak macamnya dan diklasifikasikan sebagai kabel RG. RG merupakan singkatan dari Radio Guide. Penomoran pada klasifikasi RG menunjukan urutan pendaftaran tipe kabel bukan merujuk pada jenis ataupun ukuran kabel secara langsung. Tipe RG yang digunakan untuk CCTV adalah RG 59, RG 6, dan RG 11, dimana ke-3 kabel RG tersebut mempunyai impedansi sebesar 75 ohm. RG 59 merupakan kabel coaxial yang paling ideal digunakan karena selain spesifikasinya yang tepat untuk sistem CCTV juga mudah dalam pengerjaan (tarik kabel dan pemasangan konektor BNC) karena ukuran kabel yang relatif kecil dan fleksibel. RG 11 adalah kabel yang paling besar ukurannya dan relatif sulit dalam pengerjaan. Ukuran kabel RG 6 lebih besar dari RG 59 dan lebih kecil dari RG 11.
ilustrasi komparasi kabel RG 
Kabel RG 59 memiliki atenuasi (pelemahan sinyal) yang paling tinggi, sehingga berpengaruh terhadap jarak maksimal. Atenuasi yang paling rendah dimiliki oleh kabel RG 11 sehingga memiliki jarak maximum yang labih panjang. Berikut tabel jarak dari masing-masing tipe.
Tipe Kabel RG
Jarak Maximum
Diameter
RG-59
230 meter s/d 300 meter
6.35 mm
RG-6
300 meter s/d 450 meter
7 mm
RG-11
450 meter s/d 600 meter
10 mm
Tabel jarak di atas merupakan estimasi. Bisa saja antara merk satu dengan lainnya berbeda, tergantung dari kualitas dan lingkungan penarikan kabel.
Dari paparan di atas semoga pembaca artikel cctv dapat memilih kabel coax yang tepat.
Sekian artikel kali ini semoga bermanfaat.
- See more at: http://artikel-cctv.blogspot.com/2013/02/coax-rg-59-rg-6-atau-rg-11-untuk-cctv.html#sthash.cFbqck2g.dpuf

Coax RG-59, RG-6, atau RG-11 Untuk CCTV?

Seperti kita ketahui kabel coaxial merupakan jenis kabel yang tepat untuk mentransmisikan range frekuensi sinyal video cctv. Mengetahui parameter kabel coaxial akan sangat membantu dalam memilih kabel coaxial yang akan digunakan, karena kabel coaxial dibuat tidak hanya untuk aplikasi sistem cctv. Pernah kabel ini digunakan untuk media transmisi pada jaringan komputer. Selain sistem cctv, kabel coaxial juga digunakan pada sistem CATV (TV kabel). Dan tentunya antara satu sistem dengan lainnya berbeda karakterisitk dan memerlukan karakterisitik kabel yang berbeda juga.
Kata coaxial merujuk pada struktur kabel itu sendiri dimana inti konduktor yang terletak ditengah-tengah dibungkus oleh beberapa pelindung yang berfungsi untuk melindungi dari gangguan fisik dan interferensi (lihat gambar berikut).
coaxial
Berdasarkan gambar di atas akan saya paparkan bagian-bagian dari kabel coaxial tersebut yang saya rangkum dari berbagai sumber.

Konduktor Inti
Sinyal video cctv terdiri atas komponen frekuensi rendah (informasi pulsa vertikal dan horizontal) dan komponen frekuensi tinggi (informasi video). Konduktor inti dari bahan tembaga sangat tepat digunakan pada sinyal video cctv yang notabene lebih rendah komponen frekuensi rendahnya dibanding sinyal video CATV dikarenakan tahanan DC yang rendah.
Selain konduktor inti berbahan tembaga murni, kabel coaxial tersedia juga yang terbuat dari inti besi yang dilapisi tembaga. Kabel coax dengan jenis ini sangat cocok untuk sistem CATV. Kabel coax berinti besi dengan lapisan tembaga cocok untuk CATV karena memiliki resistansi DC yang lebih tinggi dibanding tembaga. Resistansi DC yang tinggi akan melemahkan frekuensi rendah pada sinyal video CCTV. Harga kabel coax jenis ini lebih mahal dan tidak cocok digunakan untuk cctv.

Insulator (Dialektrik)
Insulator (dialektrik) yang baik untuk sinyal video cctv biasanya berbahan polyethylene atau FEP karena mempunyai nilai kapasitansi yang rendah. Kabel dengan nilai kapasitansi yang rendah akan mempunyai low-los sinyal yang tinggi. Selain FEP bahan dialektrik yang baik adalah foam. Dialektrik ini mempunyai karakterisitk lebih baik dibanding FEP. Kekurangannya adalah foam lebih mudah menyerap kelembaban jika digunakan pada ruang terbuka saat jaket kabel rusak/terkelupas.

Pelindung Dalam dan Luar (Metal Shield dan Jaket Kabel)
Pada kabel coax ada 2 tipe pelindung. Pelindung terdalam dinamakan dengan metal shield atau braided shield dan pelindung luar disebut juga dengan jaket kabel. Pelindung dalama terbuat dari logam tembaga yang dianyam. Pelindung ini mempunyai dua fungsi yaitu:
Sebagai ground path tahanan DC yang rendah. Semua noise akan dishort (digroundkan)kan di jalur ini.
Sebagai pelindung dari interferensi yang ditimbulkan oleh lingkungan sekitar seperti noise yang dihasilkan dari lampu, mesin fotokopi, dan device lainnya.
Berdasarkan fungsi di atas maka dapat disimpulkan, semakin rapat anyaman pada metal/braided shield maka akan semakin baik dalam menangkal interferensi dari luar. dan biasanya mempunyai cakupan/anyaman sebesar 95%. Parameter kerapatan shield braided ini sering juga dicantumkan oleh para installer untuk membedakan harga dengan kabel yang lebih murah harganya.
Kabel dengan kombinasi metal shield yang terbuat dari anyaman alumunium (biasanya anyamannya tidak rapat sekitar 45-64%) dan alumunium foil biasanya digunakan untuk CATV dan tidak cocok untuk cctv, karena mempunyai resistansi DC yang lebih tinggi.
Pemilihan kabel coaxial berdasarkan jaket kabel tergantung pada lokasi pemasangan. Apakah indoor atau outdoor. Fungsi utama dari pelindung luar ini lebih kepada proteksi fisik. Untuk pemasangan indoor jaket kabel berbahan PVC sudah cukup baik, sedangkan untuk pemasangan outdoor bisa digunakan kabel coax dengan jakel kabel berbahan polyethylene dan biasanya harus mempunyai rating tahan terhadap sinar UV (Ultra Violet).

RG 59, RG 6, atau RG 11
Kabel coaxial banyak macamnya dan diklasifikasikan sebagai kabel RG. RG merupakan singkatan dari Radio Guide. Penomoran pada klasifikasi RG menunjukan urutan pendaftaran tipe kabel bukan merujuk pada jenis ataupun ukuran kabel secara langsung. Tipe RG yang digunakan untuk CCTV adalah RG 59, RG 6, dan RG 11, dimana ke-3 kabel RG tersebut mempunyai impedansi sebesar 75 ohm. RG 59 merupakan kabel coaxial yang paling ideal digunakan karena selain spesifikasinya yang tepat untuk sistem CCTV juga mudah dalam pengerjaan (tarik kabel dan pemasangan konektor BNC) karena ukuran kabel yang relatif kecil dan fleksibel. RG 11 adalah kabel yang paling besar ukurannya dan relatif sulit dalam pengerjaan. Ukuran kabel RG 6 lebih besar dari RG 59 dan lebih kecil dari RG 11.
ilustrasi komparasi kabel RG 
Kabel RG 59 memiliki atenuasi (pelemahan sinyal) yang paling tinggi, sehingga berpengaruh terhadap jarak maksimal. Atenuasi yang paling rendah dimiliki oleh kabel RG 11 sehingga memiliki jarak maximum yang labih panjang. Berikut tabel jarak dari masing-masing tipe.
Tipe Kabel RG
Jarak Maximum
Diameter
RG-59
230 meter s/d 300 meter
6.35 mm
RG-6
300 meter s/d 450 meter
7 mm
RG-11
450 meter s/d 600 meter
10 mm
Tabel jarak di atas merupakan estimasi. Bisa saja antara merk satu dengan lainnya berbeda, tergantung dari kualitas dan lingkungan penarikan kabel.
Dari paparan di atas semoga pembaca artikel cctv dapat memilih kabel coax yang tepat.
Sekian artikel kali ini semoga bermanfaat.
- See more at: http://artikel-cctv.blogspot.com/2013/02/coax-rg-59-rg-6-atau-rg-11-untuk-cctv.html#sthash.cFbqck2g.dpuf

Coax RG-59, RG-6, atau RG-11 Untuk CCTV?

Seperti kita ketahui kabel coaxial merupakan jenis kabel yang tepat untuk mentransmisikan range frekuensi sinyal video cctv. Mengetahui parameter kabel coaxial akan sangat membantu dalam memilih kabel coaxial yang akan digunakan, karena kabel coaxial dibuat tidak hanya untuk aplikasi sistem cctv. Pernah kabel ini digunakan untuk media transmisi pada jaringan komputer. Selain sistem cctv, kabel coaxial juga digunakan pada sistem CATV (TV kabel). Dan tentunya antara satu sistem dengan lainnya berbeda karakterisitk dan memerlukan karakterisitik kabel yang berbeda juga.
Kata coaxial merujuk pada struktur kabel itu sendiri dimana inti konduktor yang terletak ditengah-tengah dibungkus oleh beberapa pelindung yang berfungsi untuk melindungi dari gangguan fisik dan interferensi (lihat gambar berikut).
coaxial
Berdasarkan gambar di atas akan saya paparkan bagian-bagian dari kabel coaxial tersebut yang saya rangkum dari berbagai sumber.

Konduktor Inti
Sinyal video cctv terdiri atas komponen frekuensi rendah (informasi pulsa vertikal dan horizontal) dan komponen frekuensi tinggi (informasi video). Konduktor inti dari bahan tembaga sangat tepat digunakan pada sinyal video cctv yang notabene lebih rendah komponen frekuensi rendahnya dibanding sinyal video CATV dikarenakan tahanan DC yang rendah.
Selain konduktor inti berbahan tembaga murni, kabel coaxial tersedia juga yang terbuat dari inti besi yang dilapisi tembaga. Kabel coax dengan jenis ini sangat cocok untuk sistem CATV. Kabel coax berinti besi dengan lapisan tembaga cocok untuk CATV karena memiliki resistansi DC yang lebih tinggi dibanding tembaga. Resistansi DC yang tinggi akan melemahkan frekuensi rendah pada sinyal video CCTV. Harga kabel coax jenis ini lebih mahal dan tidak cocok digunakan untuk cctv.

Insulator (Dialektrik)
Insulator (dialektrik) yang baik untuk sinyal video cctv biasanya berbahan polyethylene atau FEP karena mempunyai nilai kapasitansi yang rendah. Kabel dengan nilai kapasitansi yang rendah akan mempunyai low-los sinyal yang tinggi. Selain FEP bahan dialektrik yang baik adalah foam. Dialektrik ini mempunyai karakterisitk lebih baik dibanding FEP. Kekurangannya adalah foam lebih mudah menyerap kelembaban jika digunakan pada ruang terbuka saat jaket kabel rusak/terkelupas.

Pelindung Dalam dan Luar (Metal Shield dan Jaket Kabel)
Pada kabel coax ada 2 tipe pelindung. Pelindung terdalam dinamakan dengan metal shield atau braided shield dan pelindung luar disebut juga dengan jaket kabel. Pelindung dalama terbuat dari logam tembaga yang dianyam. Pelindung ini mempunyai dua fungsi yaitu:
Sebagai ground path tahanan DC yang rendah. Semua noise akan dishort (digroundkan)kan di jalur ini.
Sebagai pelindung dari interferensi yang ditimbulkan oleh lingkungan sekitar seperti noise yang dihasilkan dari lampu, mesin fotokopi, dan device lainnya.
Berdasarkan fungsi di atas maka dapat disimpulkan, semakin rapat anyaman pada metal/braided shield maka akan semakin baik dalam menangkal interferensi dari luar. dan biasanya mempunyai cakupan/anyaman sebesar 95%. Parameter kerapatan shield braided ini sering juga dicantumkan oleh para installer untuk membedakan harga dengan kabel yang lebih murah harganya.
Kabel dengan kombinasi metal shield yang terbuat dari anyaman alumunium (biasanya anyamannya tidak rapat sekitar 45-64%) dan alumunium foil biasanya digunakan untuk CATV dan tidak cocok untuk cctv, karena mempunyai resistansi DC yang lebih tinggi.
Pemilihan kabel coaxial berdasarkan jaket kabel tergantung pada lokasi pemasangan. Apakah indoor atau outdoor. Fungsi utama dari pelindung luar ini lebih kepada proteksi fisik. Untuk pemasangan indoor jaket kabel berbahan PVC sudah cukup baik, sedangkan untuk pemasangan outdoor bisa digunakan kabel coax dengan jakel kabel berbahan polyethylene dan biasanya harus mempunyai rating tahan terhadap sinar UV (Ultra Violet).

RG 59, RG 6, atau RG 11
Kabel coaxial banyak macamnya dan diklasifikasikan sebagai kabel RG. RG merupakan singkatan dari Radio Guide. Penomoran pada klasifikasi RG menunjukan urutan pendaftaran tipe kabel bukan merujuk pada jenis ataupun ukuran kabel secara langsung. Tipe RG yang digunakan untuk CCTV adalah RG 59, RG 6, dan RG 11, dimana ke-3 kabel RG tersebut mempunyai impedansi sebesar 75 ohm. RG 59 merupakan kabel coaxial yang paling ideal digunakan karena selain spesifikasinya yang tepat untuk sistem CCTV juga mudah dalam pengerjaan (tarik kabel dan pemasangan konektor BNC) karena ukuran kabel yang relatif kecil dan fleksibel. RG 11 adalah kabel yang paling besar ukurannya dan relatif sulit dalam pengerjaan. Ukuran kabel RG 6 lebih besar dari RG 59 dan lebih kecil dari RG 11.
ilustrasi komparasi kabel RG 
Kabel RG 59 memiliki atenuasi (pelemahan sinyal) yang paling tinggi, sehingga berpengaruh terhadap jarak maksimal. Atenuasi yang paling rendah dimiliki oleh kabel RG 11 sehingga memiliki jarak maximum yang labih panjang. Berikut tabel jarak dari masing-masing tipe.
Tipe Kabel RG
Jarak Maximum
Diameter
RG-59
230 meter s/d 300 meter
6.35 mm
RG-6
300 meter s/d 450 meter
7 mm
RG-11
450 meter s/d 600 meter
10 mm
Tabel jarak di atas merupakan estimasi. Bisa saja antara merk satu dengan lainnya berbeda, tergantung dari kualitas dan lingkungan penarikan kabel.
Dari paparan di atas semoga pembaca artikel cctv dapat memilih kabel coax yang tepat.
Sekian artikel kali ini semoga bermanfaat.
- See more at: http://artikel-cctv.blogspot.com/2013/02/coax-rg-59-rg-6-atau-rg-11-untuk-cctv.html#sthash.cFbqck2g.dpuf